id.news

Gereja di Turin Menyelenggarakan Ibadah Lutheran Sejak Tahun 2020

Di pusat kota bersejarah Turin, Italia, berdiri Gereja San Francesco d'Assisi. Pada abad keenam belas, gereja ini sempat menjadi tempat penyimpanan sementara Kain Kafan Turin, setelah kain tersebut dipindahkan dari Chambéry.

Gereja ini merupakan gereja yang masih aktif di Keuskupan Agung Turin, dengan perayaan Misa rutin dan Sakramen Mahakudus yang disimpan di sana.

Namun, sejak musim semi 2020, gereja ini juga berfungsi sebagai tempat ibadah rutin bagi Komunitas Lutheran Injili Turin.

Jemaat Lutheran ini merupakan bagian dari Gereja Lutheran Injili di Italia (CELI) dan memiliki kantor administrasi di tempat lain di kota tersebut, namun tidak memiliki gereja sendiri.

Pengaturan ini bersifat permanen.

Selama upacara pelantikan Pendeta Tobias Brendel pada September 2022, yang berlangsung di gereja Katolik tersebut, seorang diakon Katolik secara simbolis menyerahkan satu set kunci kepada pendeta baru tersebut.

Komunitas Lutheran menyatakan bahwa hal ini mengakui hubungan kepercayaan yang telah terjalin sejak penggunaan bersama gereja tersebut dimulai pada tahun 2020.

Hal ini tampaknya telah disetujui oleh Keuskupan Agung Turin sesuai dengan norma-norma ekumenis Katolik yang berlaku.

Direktori 1993 tentang Penerapan Prinsip dan Norma Ekumenisme mengizinkan para uskup, dalam keadaan pastoral tertentu, untuk menyediakan gereja-gereja Katolik bagi komunitas-komunitas Kristen lainnya.

Keuskupan Agung itu sendiri secara terbuka menyebut San Francesco d'Assisi sebagai gereja Katolik yang 'digunakan oleh komunitas Lutheran'.

Sementara itu, Ritus Roma Tradisional hanya diizinkan di gereja-gereja paroki secara sementara dan dalam keadaan luar biasa.

Terjemahan AI
1